Refleksi yang tertuang dalam portofoliodigital ini adalah Refleksi selama mengikuti kegiatan pembekalan Calon Pengajar Praktik. Berikut kami berikan Refleksi 2 sebagai refleksi setelah mempelajari Materi tentang Visi guru Penggerak dan Budaya Positip.
Refleksi Visi Guru Penggerak
Apa pelajaran yang diperoleh selama melakukan aktifitas di modul 1.3?
Pelajaran yang saya peroleh selama melakukan aktivitas di Modul 1.3 tentang Visi Guru Penggerak adalah :
1. Seorang guru harus memiliki visi yang mampu menggambarkan harapan atas murid dan sekolah, bermakna mendalam, menggugah diri sendiri dan orang lain, siap menghadapi tantangan dan tuntunan perjuangan, tetap bersemangat, terus melangkah maju dan mampu berdampak bagi murid.
2. Visi yang dibuat melalui suatu tahapan pembuatan visi agar mampu memberikan dampak yang luar biasa bagi murid, mulai dari imaginasi seorang terhadap murid-murid di masa depan yang dituangkan dalam kalimat rumpang, selanjutnya menggunakan model ATAP untuk lebih memperjelas visi yang akan dibuat dan menggunakan Prakarsa perubahan yang dituangkan dalam model BAGJA.
3. Dalam penyusunan visi dibutuhkan pendekatan Inkuiri Apresiatif yaitu sebuah pendekatan dalam manajemen perubahan dan pengelolaan lingkungan yang positif. Pendekatan Inkuiri apresiatif bermanfaat dalam melakukan visi suatu organisasi/komunitas, terlebih untuk menemukan kekuatan, impian, merumuskan strategi serta sejumlah langkah aksi dalam rangka mewujudkan impian bersama suatu komunitas/kelompok. Lebih dari itu, yang paling esensial dalam pendekatan inkuiri apresiatif adalah memiliki daya dorong dalam mendorong individu atau komunitas untuk menemukan impian yang paling memanggil’ sehingga masing-masing individu dan komunitas termotivasi untuk mentransformasikan impian tersebut dalam tindakan.
Apa yang akan dilakukan untuk perbaikan dalam melaksanakan kegiatan fasilitasi CGP?
Yang akan saya lakukan dalam perbaikan fasilitasi CGP adalah :
1. Memberikan penegasan bahwa visi yang dibuat adalah Visi pribadi Guru Penggerak bukan visi sekolah.
2. memberikan penegasan bahwa visi yang dibuat harus memulai tahapan yang sesuai dengan tahapan penyusunan visi agar mampu berdampak bagi murid. Adapun tahapan penyusunan visi bermula dari impian guru terhadap murid-muridnya di masa depan yang dituangkan dalam kalimat rumpang, selanjutnya menggunakan model ATAP (Aset, Tantangan, Aksi dan Pembelajaran) untuk memperjelas visi yang akan dibangun dan menggunakan prakarsa perubahan dengan BAGJA.
3. Perlu mengartikulasikan Profil Pelajar Pancasila dalam kalimat visi
4. Lebih memberikan pemahaman bahwa prakarsa perubahan adalah bagian dari upaya untuk mencapai visi.
5. Membangun komunikasi yang efektif dengan cgp agar terbangun satu kesepakatan bersama
Refleksi Budaya Positip
Apa pelajaran yang diperoleh selama melakukan aktifitas di modul 1.4?
Pelajaran yang diperoleh selama melakukan aktifitas di modul 1.4 antara lain :
1. Disiplin positif itu berbeda dengan disiplin biasa yang sering kita dengar.
2. Disiplin positip menekankan pada kesadaran internal bukan karena adanya control dari luar.
3. Disiplin positip tidak dikenal istilah hukuman ataupun reward, tetapi lebih kepada adanya konsekuensi dan apresiasi/dukungan.
4. Perilaku harus didasarkan pada nilai-nilai kebaikan universal.
5. Konsep Budaya Positif yang di dalamnya terdapat konsep perubahan paradigma stimulus respons dan teori kontrol, 3 teori motivasi perilaku manusia, motivasi internal dan eksternal, keyakinan kelas, hukuman dan penghargaan, 5 kebutuhan dasar Manusia, 5 posisi kontrol guru dan segitiga restitusi
Apa yang akan dilakukan untuk perbaikan dalam melaksanakan kegiatan fasilitasi CGP?
Yang akan dilakukan untuk perbaikan dalam melaksanakan kegiatan fasilitasi CGP yaitu
1. Memberikan penegasan bahwa disiplin positip itu berbeda dengan disiplin biasa, bahwa disiplin positip itu berangkat dari kesadaran internal seseorang bukan karena adanya control dari luar.
2. Memberikan penegasan 5 posisi control guru dan diharapkan posisi control yang sesuai yaitu sebagai manager atau teman.
3. Mendorong CGP untuk mempraktekkan segitiga restitusi dalam praktek nyata di ekosistem sekolah.
4. Membangun komunikasi yang efektif dengan cgp agar terbangun satu kesepakatan Bersama.